MineralTambang.com

 

   HOME     EBOOK    KATALOG     GALERY     VIDEO    DOWNLOADS    SUPPORT

  

      
 

Ebooks Pengolahan Emas dan Perak :

  MENGOLAH PERAK DARI LIMBAH FILM ( Klise & Fixer )
( KODE : A1 )

  MENGOLAH EMAS DARI SAMPAH ELEKTRONIK DENGAN METODE BOMBING
( KODE : A2 )

  MENGOLAH EMAS DENGAN METODE C.I.P.
( KODE : B1 )

  MENGOLAH EMAS DENGAN METODE AMALGAMASI
( KODE : B2 )

 


ARTIKEL :

EMAS
Sifat Fisik Emas
Reaksi Kimia Emas
Sejarah Tambang Emas
Batuan dan Mineralogi Emas
Gold Prospecting
Gold Detector
Trenching
Sampling dan Assaying
Aqua Regia
Tambang Emas
Cebakan Primer
Penambangan Emas Primer dgn Metode Underground
Cebakan Sekunder
Penambangan Emas Sekunder dgn Metode Hydrolicking
Penambangan Emas Sekunder dgn Metode Dredging
Diagram Alir Tehnologi Proses Pengolahan Bijih Emas
Comminution / Kominusi
Concentration / Konsentrasi
Gravity Separation
Liquation Separation
Magnetic Separation
Froth Flotation
Extraction / Ekstraksi
Amalgamation / Amalgamasi
Cyanidation / Sianidasi
Zinc Precipitation
Carbon Adsorption
Electrowinning / EW
Refining / Pemurnian
Mengolah Emas Dengan Carbon In Pulp ( C.I.P. )
Faktor Keberhasilan C.I.P
Pretreatment Sianidasi
Cyanide / Sianida
Merkuri / Air Raksa
Dampak Pencemaran Merkuri
Mengolah Emas dan Perak Daur Ulang
Gold Units
Referensi
 


LAST UPDATE :


TAG LINE :

BUKU PERTAMBANGAN, TAMBANG EMAS electrowinning, elektrowinning, EW, proses merill crowe, reaktivasi karbon, cake, hukum Faraday, prinsip elektrolisa, reaksi redoks, ELEKTRODA, KOMPARARTEMEN,  prinsip elektrolisis, anoda, katoda, alkali sianida, elektrolit, larutan elektrolit, larutan sianida, Ekstraksi emas, proses pemisahan emas, recovery, larutan kaya, Pregnant Liquid Solution.

 

 

3. ELECTROWINNING ( EW )

Electrowinning ( EW ) adalah cara terbaru dan paling efesien digunakan dalam ekstraksi  emas dan perak yang terdapat di air kaya / PLS ( Pregnant Liquid Solution ) yang melibatkan penggunaan larutan alkali sianida sebagai larutan elektrolit dengan prinsip elektrolisis ( reaksi redoks ) dalam suatu sel.

Reaksi sel yang terjadi adalah :

Anoda : 2OH- → O2 + H2O + 2e-
Kotoda : 2Au(CN)2- + 2e- → 2Au + 4CN-
Overall : 2Au(CN)2- + 2OH- → 2Au + O2 + H2O + 4CN
-

rectifier electrowinning

Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit oleh arus listrik searah dengan menggunakan dua macam elektroda dalam sebuah kompartemen.

kompartemen electrowinning, kompartemen electroda

Elektroda tersebut adalah katoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif) dan anoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif). Elektroda dapat menggunakan :  

sel anoda katoda

Pada sel elektrolisis energi listrik menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Dalam larutan elektrolit, zat terlarut mengalami ionisasi. Kation (ion positif) akan bergerak ke katoda, dan anion (ion negatif) akan bergerak ke anoda. Elektroda tersebut adalah katoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif) dan anoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif). Pada anoda terjadi reaksi oksidasi, yaitu anion (ion negatif) ditarik oleh anoda dan jumlah elektronnya berkurang sehingga bilangan oksidasinya bertambah, sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi.

Pada elektrolisis, potensial sel ditentukan untuk mengetahui elektroda mana yang akan berperan sebagai elektroda positif dan negatif. Harga potensial oksidasi-reduksi biasanya dinyatakan sebagai potensial reduksi standar, yaitu potensial reduksi bila pereaksi dan hasil reaksi mempunyai aktivitas satu (a=1) dan reaksinya reduksi. Jika potensial reduksi positif berarti mudah tereduksi, tetapi jika negatif berarti sukar tereduksi (mudah teroksidasi).

tabel potensial standar

Dari tabel di atas, contoh penggunaan sel elektroda dimana besi merupakan suatu katoda dengan harga potensial reduksi +0,77 volt dan aluminium sebagai anoda dengan potensial reduksi -1,66 volt.

Metode ini hanya dapat dilakukan untuk logam-logam yang keelektropositifannya rendah seperti Cu, Sn, Pb, Ag, Au, Zn, Cr, dan Ni. Jadi metode ini digunakan untuk logam yang tidak bereaksi dengan air, mudah dioksidasi pada anoda, dan mudah direduksi pada katoda. Proses ini akan menghasilkan endapan lumpur logam (cake) pada kutub katoda yang dapat langsung dilebur ( smelting ).

Pada proses electrowinning akan melepaskan gas H+ membuat pH menjadi turun sehingga berisiko mengasilkan gas HCN. Gas ini sangat berbahaya dan bersifat korosif terhadap anoda, untuk itu larutan alkali sianida harus dijaga pada pH 12,5.

 

 


Hal 01 / Hal 02 / Hal 03

 

  Copyright © 2010 - 2014 by MineralTambang.com. All Rights Reserved