Ebooks Pengolahan Emas
dan Perak :
( Klise & Fixer )
(
KODE : A1 )

(
KODE : A2 )

(
KODE : B1 )

(
KODE : B2)
ARTIKEL :
EMAS
Sifat Emas
Reaksi Kimia Unsur
Sejarah Emas
Batuan dan Mineralogi Emas
Gold Prospecting
Gold Detector
Trenching
Sampling dan Assaying
Aqua Regia
Tambang Emas
Cebakan Primer
Penambangan Metode Underground
Cebakan Sekunder
Penambangan Metode Hydrolicking
Dredging
Diagram Alir Tehnologi Proses
Pengolahan Bijih Emas
Comminution / Kominusi
Concentration / Konsentrasi
Gravity
Separation
Liquation Separation
Froth Flotation
Extraction / Ekstraksi
Amalgamation / Amalgamasi
Cyanidation / Sianidasi
Zinc Precipitation
Carbon Adsorption
Electrowinning
Refining / Pemurnian
Mengolah Emas Dengan Carbon In Pulp ( C.I.P. )
Faktor Keberhasilan C.I.P
Pretreatment Sianidasi
Cyanide / Sianida
Merkuri / Air Raksa
Dampak Pencemaran Merkuri
Mengolah Emas dan Perak Daur Ulang
Gold Units
Referensi
TAG LINE :
Tehnologi Concentration, Dulang, panning, Konsentrasi, non
moved screens, proses konsentrasi, mineral emas, kadar bijih, emas
aluvial, teknik pemisahan, Gravity Separation, meja goyang,
Pemisahan gaya berat, partikel bijih, massa jenis,
Froth Flotation, massa jenis
emas, Pemisahan pengapungan, gangue minerals, mas nativ,
elektrum, emas telurida, senyawa emas, Metode gravitasi, Screening
and Classifying, Grizzlies, Vibrating screens, Spiral
classifier, Peralatan konsentrasi, prinisp gravitasi, alat
konsentrat, Palong, Sluice Box, spiral konsentrator, shaking
table,
memisahkan emas, batuan oxydis, batuan sulfidis, bijih emas,
Konsentrat emas, proses ekstraksi,
|
Concentration / Konsentrasi
Setelah ukuran bijih diperkecil, proses
selanjutnya dilakukan proses konsentrasi / pemekatan bijih (concentration
of ore) dengan memisahkan mineral emas dari materi pengotornya (ganggue /
batureja), sehingga diperoleh kadar bijih tinggi. Pada endapan emas aluvial,
bijih hasil penggalian langsung memasuki tahap ini tanpa tahap kominusi terlebih
dahulu.
Pemekatan dapat dilakukan melalui dua teknik
pemisahan, yaitu pemisahan secara fisis dan pemisahan secara kimia :
-
Gravity Separation / Pemisahan
gaya berat.
Pemisahan gaya berat ( gravity separation ), adalah proses
pemisahan mineral yang didasarkan atas perbedaan massa jenis
antara partikel bijih dan partikel pengotor.
-
Liquation Separation /
Pemisahan pencairan
-
Magnetic Separation/ Pemisahan
magnetis
-
Froth Flotation / Pemisahan
pengapungan.
Pengapungan buih ( froth flotation ) adalah proses pemisahan
mineral menjadi bijihdari pengotor dengan cara mengapungkan
bijih ke permukaan melalui pengikatandengan buih.
Hasil pemekatan bijih
dari teknik tersebut dibagi dalam 2 (dua) kategori,
yaitu :
- First Concentrate / Total Concentrate,
- Second Concentrate / Final Concentrate
1. Gravity separation / Pemisahan gaya berat
Konsentrasi / separasi dengan metode gravitasi
memanfaatkan perbedaan massa jenis emas ( 19.3 ton/m3 ) dengan massa jenis
mineral lain dalam batuan ( yang umumnya berkisar 2.8 ton/m3 ). Mineral pembawa
emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals).
Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan
sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan
endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas
nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan
unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Emas asli mengandungi antara 8% dan
10% perak, tetapi biasanya kandungan tersebut lebih tinggi. Elektrum sebenarnya
jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%. Apabila
jumlah perak bertambah, warnanya menjadi lebih putih.
Metode gravitasi akan efektif bila dilakukan pada material dengan
diameter yang sama/seragam, karena pada perbedaan diameter yang besar perilaku
material ringan (massa jenis kecil) akan sama dengan material berat ( massa
jenis besar ) dengan diameter kecil. Oleh karena itu dibutuhkan proses
Screening and Classifying :
- Grizzlies, non moved screens
- Vibrating screens
- Spiral classifier
Pada proses ini menjadi sangat
penting untuk dilakukan dengan baik, sebab dengan memilah ukuran
bijih hasil kominusi akan menyeragamkan besaran umpan (feeding size)
ke
proses
konsentrasi. Sedangkan bijih yang masih belum seragam (lebih
besar) hasil pemilahan dikembalikan ke proses sebelumnya yaitu
kominusi.

Peralatan konsentrasi yang
menggunakan prinsip gravitasi yang umum digunakan pada pertambangan
emas skala kecil antara lain adalah :
-
Panning (
Jawa=Dulang, Jambi=Erai, Jabar=Deplang, Banjar=Lenggang ),
adalah
alat konsentrat emas yang menggunakan prinisp gravitasi
paling sederhana.

-
Sluice Box ( Banjar=Palong,
Bombana=Kasbok, Aceh=Talang ) lebih banyak digunakan karena
mempunyai effisiensi yang sama dengan peralatan konsentrasi yang
lain namun mempunyai konstruksi yang lebih sedarhana daripada
spiral konsentrator, meja goyang
dan jig, serta dapat memproses lebih banyak bijih per hari daripada
dulang.

-
Spiral Concentrator mampu memisahkan logam
berat pada kisaran ukuran 3 mm hingga 75 micron ( 6 - 200 mesh
).

Hal 01 /
Hal 02
|